Kiriman Santet Yang Berbentuk Uang Bagian 1 (Part 20)

Keluargaku Yang Harmonis Berujung Miris Dan Menyeramkan
(CERITA MISTIS NYATA)


KISMIS - Karena kejadian semalam, keesokan harinya aku ke rumah pak kirun, minta pertimbangan... baiknya gimana.

Pak kirun pun bercerita kalo masalah keluargaku ini cukup berat...

"Tadi malam yg nyerang itu dari 4 penjuru mas, jadi aku agak kewalahan, ditambah yg dibagian pojok bagian belakang rumah ada makhluk yg menyeramkan dan ganas, bentuknya seperti kadal tapi gede banget dan bertaring, aku aja hampir kena gigit" kata pak kirun

"Itu orang yg disuruh nyerang sebenarnya kyai tapi masih muda, dia tlpunya banyak teman, makanya dia dan rombongannya nyerang dari 4 penjuru, tempatnya gak jauh dari sini, kalo kamu ada waktu kamu ikutin aja orang itu ( yg kami curigai), biasanya sore habis ashar dia kesana" lanjut beliau.

"Iya pak, kapan2 coba aku kuntit dia kemana, terus ini selanjutnya gimana pak?" tanyaku

"Sebenarnya ada cara mas buat magerin keluargamu, nanti saya bikin ritual untuk ngambil paku bumi (lupa nama persisnya) peninggalan leluhur mas, tapi syaratnya macem2 dan cukup mahal" jawab pak kirun.

Akupun masih belum paham yg beliau maksud, kemudian pak kirun bercerita lebih detail tentang itu, jadi paku itu merupkan paku gaib yg semua keluarga punya, untuk mengambilnya dibutuhkan berbagai syarat termasuk mani gajah, telur banyak (angsa), minyak zapharon dll.

"Nanti dirembug dulu mas sama bapak dan ibu soalnya butuh biaya yg tidak sedikit" kata beliau.

Sebelum pamit pulang, tak lupa pak kirun memberikan 1 plastik kecil yg berisi air berwarna merah seperti biasanya untuk ibuku.



Sesampai dirumah aku menceritakan semua rencana pak kirun itu kepada bapak dan ibuku, akhirnya mereka menyetujuinya walaupun saat itu butuh biaya kisaran 2juta untuk membeli syaratny2a. Akupun segera menghubungi pak kirun perihal itu, dan beliau menyarankan malam jum'at saja untuk melakukan ritual pengambilan paku gaib itu.

Setelah syarat terpenuhi semua akhirnya ritual pengambilan paku gaib itu dilakukan juga, sehabis maghrib aku, bapak, ibu dan adikku sudah sampe rumah pak kirun.

"Kita lakukan nanti setelah adzan isya ya" kata pak kirun

Kamipun cuma mengiyakan perkataan beliau, sekitar jam 7.30 malam semua persyaratan sudah disiapkan, diatas meja ada sebuah gerabah yg berisi kembang, mani gajah, dan minyak zafaron ditutup kain yg berwarna putih. Dan disebelahnya ada sebuah nampan yg berisi kembang dan sebutir telur angsa.

Bau semerbak dupa memenuhi ruangan itu, 10 menit berlalu.... tiba2 kakiku terasa dingin seperti kena terpaan angin yg begitu kencang, padahal di dalam ruangan yg tertutup....

"Ini sudah mulai datang mas, ditunggu saja sampe anginnya berhenti dan dupanya padam" kata pak kirun

Tak berapa lama menunggu dupa itupun padam, semilir angin pun mulai mereda, suasana yg semula dingin kini telah normal kembali, pak kirun mengambil gerabah tadi dan membuka kain penutupnya, tampak beliau mengambil sesuatu dari dalam gerabah itu.

Benar saja ada 2 buah benda yg bentuknya mirip paku, tapi benda itu bukan layaknya paku yg biasa dijual ditoko besi, lebih tepatnya sebilah besi kecil berwarna kehitaman yg ujungnya runcing, berukuran sekitar 7cm dan yg satunya lebih pendek, sepertinya itu hasil tempaan (bukan buatan pabrik).

Kemudian pak kirun memasukkan benda itu kedalam sebuah kantong kecil yg terbuat dari kain yg berwarna hitam...



"Ini besok digantung diatap rumah ya pak, ini sebagai pagar rumah, perlu diingat juga... jangan sampe benda ini dilangkahi kaki, jadi seumpama mau benahi genteng atau apapun sebaiknya dilepas dan disimpan dulu" kata pak kirun.

Bapakku pun cuma mengiyakan perkataan beliau, setelah itu pak kirun mengambil sebutir telur yg diatas nampan, sesaat kemudian telur itu dipecah diatas sebuah cawan kecil, tampak cairan kental yg berwarna kehitaman keluar dari telur itu.

Kemudian pak kirun menjelaskan bahwa cairan itu adalah penyakit yg menyerang ibu dan keluargaku dan berhasil dipindahkan ke telur itu. Setelah semua beres kamipun berpamit pulang.

Bersambung Part 19....

Support Grup Mistis >>>>>>> Dua Dunia MISTIS

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post